Pages

Rabu, 05 Oktober 2016

Komponen Dasar Sistem Komunikasi Data

Ketika kita berkomunikasi, kita saling berbagi informasi. Berbagi ini dapat dilakukan secara lokal atau remote. Antara individu, komunikasi lokal biasanya terjadi dengan tatap muka, sementara komunikasi remote berlangsung dari jarak jauh.
Komunikasi data merupakan bentuk komunikasi yang dapat mengirimkan informasi dalam bentuk data digital. Informasi ini awalnya dapat berupa suara, gambar atau teks yang kemudian di ubah kedalam satuan data digital oleh perangkat komputer. Implementasinya dari komunikasi data dalam kehidupan sehari-hari, dapat dijumpai pada banyak aplikasi komunikasi.
Elemen-elemen yang terkandung dalam proses komunikasi data, tidak terlepas dari elemen-elemen dasar pada proses komunikasi secara umum, yang dapat digambarkan pada model komunikasi, seperti terlihat pada gambar dibawah ini !


Yang menunjukkan konsep komunikasi secara umum, menjelaskan pihak mana yang melakukan pengiriman informasi, bagaimana informasi tersebut disampaikan ke pihak lain yang bertindak sebagai penerima informasi, serta pihak mana yang bertindak sebagai komponen penerima informasi.
Model Komunikasi ini terdiri atas lima komponen yang saling melengkapi satu sama lain ketika proses komunikasi terjadi, lima komponen tersebut adalah Komponen Sumber, Pengirim, Sistem Transmisi, Penerima dan Tujuan pengiriman informasi.
Untuk lebih jelasnya rincian serta penjelasan dari 5 komponen komunikasi data adalah sebagai berikut :

1. Sumber (source)
Alat atau komponen yang membangkitkan data atau informasi yang akan di transmisikan, dapat berupa alat input pada komputer. Alat ini dapat mengubah informasi audio, video atau teks menjadi satuan data untuk di proses pada sistem komputer.

2. Pengirim (transmitter)
Alat untuk memproses data atau informasi yang berasal dari sumber (source) agar dapat di salurkan oleh sistem/media transmisi.
Bentuk fisik nya dapat berupa komputer personal yang dapat mengolah segala bentuk informasi, atau secara khusus dapat berupa pesawat telepon untuk komunikasi dengan informasi berupa suara (voice) .

3. Sistem Transmisi
Jalur transmisi pada komunikasi data berup jalur yaitu transmisi tunggal (single transmission line) atau jalur kompleks (complex network) yang menghubungkan sistem sumber dengan sistem tujuan, secara fisik dapat berupa media wireline atau media wireless.
Jalur transmisi tunggal, maksudnya adalah antara perangkat pengirim dan penerima satu jenis media dalam satu segmen jaringan.Sedangkan maksud dari jalur kompleks adalah perangkat pengirim dan penerima dihubungkan oleh satu sistem
Dalam sistem komunikasi data dikenal beberapa macam perangkat keras, diantaranya adalah:
a. Terminal
Merupakan alat yang melayani proses I/O, jadi merupakan penghubung antara manusia dengan mesin. Pemilihan terminal ditentukan oeh kebutuhan pada saat ini dan melihat perkembangan di masa datang.
b. Komputer
Komputer atau prosesor yang dibutuhkan untuk sistem komunikasi data berbeda dengan prosesor untuk pengolah data. Banyak komputer dapat melayani kegiatan komunikasi data, asal saja perangkat keras dapat mengambil alih tugas yang kurang dapat dikerjakan secara efisien oleh prosesor tsb. Kebutuhan utama prosesor pada komunikasi data ialah mengolah data yang datang secara cepat dalam sistem real-time.
c. Transmission Lines
Supaya data dapat diterima oleh penerima diperlukan suatu media untuk membawa data tersebut. Medium tersebut dinamakan Saluran Transmisi (transmission lines). Pada dasarnya sistem transmisi dapat membawa data secara listrik atau elektro optik dan melalui satu kanal telekomunikasi. Kanal telekomunikasi merupakan saluran yang dipergunakan untuk membawa data dari sumber ke penerima.
d. Modem
Singkatan dari Modulator – DEModulator, sesuai dengan fungsinya yaitu melakukan modulasi (merubah pulsa biner menjadi sinyal analog) dan demodulasi.dalam komunikasi data selalu diperlukan sepasang modem yang masing-masing dipasang di pemancar dan penerima.
e. Multiplexer
Penggabungan 2 sinyal atau lebih untuk disalurkan ke satu saluran komunikasi data sehingga terjadi efisiensi penggunaan saluran komunikasi.
f . Concentrator
Merupakan antar muka sejumlah terminal dengan saluran ke komputer pusat. Digunakan sebagai pengganti ataupun bersama-sama dengan multiplexer. Data yang diterima dikumpulkan dalam jumlah tertentu, baru kemudian disalurkan secara bersamaan ke tujuan. Sehingga Concentrator dapat membebaskan saluran komunikasi dari lalu lintas yag tidak bermanfaat, dan membebaskan komputer dari semua kegiatan yang berhubungan dengan penyaluran berita tanpa salah (error free messages).

Kesimpulan:
Dengan adanya keenam perangkat keras diatas proses komunikasi data akan terkendali terutama dalam keamanan data Pada sistem komunikasi data dibutuhkan beberapa perangkat keras guna mendukung proses transmisi data. Perangkat perangkat tersebut pada prinsipnya merupkan pengirim, sistem tansmisi dan penerima. Jadi Pada dasarnya bahwa komunikasi dapat berjalan apabila semua perangkat tersedia dan memenuhi. Minimalnya komunikasi data dapat berjalan minimal terdapat 1 media pengirin ., kemudian 1 media transmisi dan 1 penerima maka komunikasi data dapat dilakukan

4. Penerima (receiver)
Alat untuk menerima sinyal dari sistem transmisi dan memproses menjadi informasi yang dapat ditangkap/ diproses oleh tujuan. Fisiknya dapat berupa komputer personal untuk fungsi informasi secara umum.

5. Tujuan (destination)
Menangkap informasi yang dihasilkan oleh penerima, informasi yang diterima oleh perangkat tujuan selanjutnya diubah menjadi jenis informasi yang sama dengan informasi yang dikirimkan, Software aplikasi digunakan untuk menjembatani informasi ini menuju pengguna jaringan komputer.


Sabtu, 06 Agustus 2016

Komunikasi Data


v Konsep Dasar Komunikasi Data
       Komunikasi Data merupakan bentuk komunikasi yang secara khusus berkaitan dengan transmisi atau pemindahan data antara komputer-komputer, komputer dengan piranti-piranti yang lain dalam bentuk data digital yang dikirimkan melalui media Komunikasi Data. Komunikasi data salah satu bagian dari ilmu komunikasi yang hanya meliputi ruang lingkup datanya berupa informasi yang telah di olah oleh komputer, dimana datanya bisa berua teks dan gambar.

       Komunikasi Data saat ini menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, karena telah diterapkan dalam berbagai bentuk aplikasi misal: komunikasi antar komputer yang populer dengan istilah internet, Handphone ke komputer, Handphone ke Handphone, komputer atau handphone ke perangkat lain misal: printer, fax, telpon, camera video dll.




v Komponen Utama Komunikasi Data
·         Pengirim, adalah piranti yang mengirimkan data, berupa komputer, alat lainnya seperti handphone, video kamera, dan lainnya yang sejenis.
·         Penerima, adalah piranti yang menerima data, juga bisa berupa komputer, alat lainnya seperti handphone, video kamera, dan lainnya yang sejenis
·         Pesan / Data, adalah informasi yang akan dipindahkan bisa berupa apa saja, teks, angka, gambar, suara, video, atau kombinasi dari
semuanya.
·         Media pengiriman, adalah media atau saluran yang digunakan untuk mengirimkan data, bisa berupa kabel, cahaya maupun gelombang magnetik.
·         Protokol, adalah aturan-aturan yang harus disepakati oleh dua atau lebih alat untuk dapat saling berkomunikasi. Tanpa protocol, dua alat atau lebih mungkin saja bisa saling terhubung tetapi tidak dapat saling berkomunikasi, sehingga message yang dikirim tidak dapat diterima oleh alat yang dituju.

v Manfaat Komunikasi Data
·         Time Sharing
    Time Sharing adalah suatu metode pengolahan data yang menggunakan sistem perhitungan yang memperbolehkan sejumlah pemakai melaksanakan program itu selama pelaksanaannya.
·         Data Sharing
       Data Sharing adalah suatu data dapat di akses oleh sejumlah pengguna dalam waktu bersamaan. Dengan adanya fasilitas ini, setiap komputer dapat menggunakan data pada komputer lain sehingga akan menghemat waktu dan suatu pekerjaan, terlebih lagi jika jarak antar komputer berjauhan. 
·         Program Sharing
    Memberikan akses multi aplikasi, bisa diinstal dan digunakannya lingkungan yang terdistribusi di seluruh jaringan oleh beberapa orang. Aplikasi-aplikasi tertentu bisa dijalankan dari komputer lain di jaringan. Biasanya file-file aplikasi pokok disimpan di server dari jaringan agar kemudian bisa diinstal melalui jarinhan komputer. Hal ini membuat instalasi sebuah software di jaringan makin mudah. Hal ini juga membuat proses upgrade dan maintenance aplikasi di seluruh jaringan akan terasa gampang.
·         Equipment  Sharing
     User bisa membagi piranti-piranti di komputernya dalam jaringan. Misalnya piranti-piranti seperti printer, CD-ROM, dan harddisk. Ketika dipasangkan dalam jaringan komputer bisa men-share piranti di komputer mereka yang memungkinkan pengguna komputer lain mengakses piranti tersebut seolah berada di komputer mereka sendiri. Dengan ini, penggunaan sebuah piranti akan lebih efisien misalnya satu buah printer bisa dipakai oleh banyak pengguna komputer yang terhubung ke jaringan.

       Semoga bermanfaat J

Minggu, 22 Mei 2016

TROUBLESHOOTING PC

TROUBLESHOOTING PC

Pada postingan kali ini saya akan berbagi sedikit info tentang troubleshooting PC. Dalam dunia komputer, segala sesuatu masalah yang berhubungan dengan komputer disebut Troubleshooting dan timbulnya masalah dalam komputer tentu ada sebabnya. Tujuan mempelajari troubleshooting umum pada komputer adalah: 
1. Dengan cepat dan tanggap, kita bosa mendeteksi masalah dari komputer kita dan cepat mencari solusinya.
2. Bisa mengatasi masalah yang terjadi pada komputer.
3. Lebih paham mengenai komputer.


Agar lebih jelas dalam memahami troubleshooting PC, di bawah ini ada video tutorial troubleshooting PC berikut penjelasannya.


 


Masalah yang ada pada video diatas adalah tentang :
1. Komputer mati total
2. Monitor tidak bisa menampilkan gambar
3. Komputer gagal reebot dan selalu restart
Langsung saja kita bahas cara mengatasi troubleshooting PC di atas :
Pertama yang akan kita bahas adalah yaitu jika komputer mati total. Untuk mengatasi masalah seperti ini, langkah-langkah yang harus dilakukan untuk memperbaikinya adalah sebagai berikut :
1. Jika setelah kita menekan tombol power tetapi tidak terdenga bunyi kipas atau cooling, pertama kita harus memastikan semua komponen terpasang dengan baik dan benar pada motherboard, seperti harddisk, power supply, CD-ROM.
2. Jika semua komponen sudah pasti terpasang dengan baik, kita bisa colokan listrik
3. Kalau belum nyala juga kita bisa periksa konektor colokan listriknya.
4. Kalau masih belum nyala juga, kemungkinan keusanakn ada pada power supply.

Kedua, yaitu jika Komputer tidak mengeluarkan gambar atau tampilan, langkah-langkah untuk memperbaikinya yaitu :
1. Pertama kita bisa memeriksa colokan VGA.
2. Pastikan kartu VGA terpasang dengan baik pada motherboard, periksa juga RAM merekat dengan motherboard.
3. Kalau masih belum nyala juga, kemungkinan kesalahan ada pada slot VGA (apabila slot VGA rusak, kita masih bisa menggunakan slot VGA ONBOARD pada motherboard).
4. Lepas kartu VGA, lalu bersihkan menggunaka penghapus pensil pada bagian pinnya (bagian warna kuning).
5. Bersihkan juga RAM, dengan cara yang sama dengan kartu VGA tadi.

Dan yang terakhir, yaitu jika komputer gagal reebot dan selalu restart, cara mengatasinya adalah : 
1. Jika ada tampilan seperti di bawah ini,  kemungkina kesalahan ada pada harddisk.

2. Cek kedua kabel Harddisk terpasang dengan benar, sebelum itu lepaskan komputer dari arus listrik.
3. Setelah itu nyalakan kembali komputer, jika suadah memasuki windows itu berarti Harddisk dudah terdeteksi.
4. Jika komputer reboot, cara mengatasiya sama seperti tadi, yaitu dengan membersihkan RAM, VGA dibersihkan, pastikan power supply sudah merekat pada motherboard.
5. Jika langkah di atas sudah dilakukan tapi tetap masih reebot, mungkin kesalahannya ada pada Operating Systemnya. Dan jika kesalahan ada pada OSnya, kita bisa menginstal ulang.

Sekian pembahasan tentang troubleshooting PC yang bisa saya bagikan. 
Terimakasih :)

Kamis, 18 Februari 2016

Sistem Bilangan

            Hai sahabat blogger, pada postingan kali ini saya akan membahas tentang system bilangan decimal, bilangan biner, bilangan Oktal dan bilangan heksadesimal. Oke kita bisa langsung lanjut pada pembahasan J
            Bilangan desimal adalah bilangan yang menggunakan 10 angka mulai 0 sampai 9 berturut2. Setelah angka 9, maka angka berikutnya adalah 10, 11, 12 dan seterusnya. Bilangan desimal disebut juga bilangan berbasis 10. Contoh penulisan bilangan desimal : 1710. Ingat, desimal berbasis 10, maka angka 10-lah yang menjadi subscript pada penulisan bilangan desimal.
Bilangan biner adalah bilangan yang hanya menggunakan 2 angka, yaitu 0 dan 1. Bilangan biner juga disebut bilangan berbasis 2. Setiap bilangan pada bilangan biner disebut bit, dimana 1 byte = 8 bitContoh penulisan : 1101112.
Bilangan oktal adalah bilangan berbasis 8, yang menggunakan angka 0 sampai 7. Contoh penulisan : 178.
Bilangan heksadesimal, atau bilangan heksa, atau bilangan basis 16, menggunakan 16  buah simbol, mulai dari 0 sampai 9, kemudian dilanjut dari A sampai F. Jadi, angka A sampai F merupakan simbol untuk 10 sampai 15. Contoh penulisan : C516.

            Dari gambar di atas juga dijelaskan cara-cara konversi bilangan decimal ke bilangan lain. Konversi bilangan decimal ke bilangan biner yaitu dengan cara membagi bilangan tersebut dengan angka 2.
Contoh: 6710 =…2 ?
            Jawab : 67 : 2 = 33 sisa 1
                          33 : 2 = 16 sisa 1
                          16 : 2 = 8 sisa 0
                            8 : 2 = 4 sisa 0
                            4 : 2 =2 sisa 0
                             2 : 2 = 1 sisa 0
                             1 : 2 = 0 sisa 1
            Untuk penulisan hasil akhir kita menguruutkan dari bawah ke atas.
            Jadi, 6710 = 100001110.
               
                Selanjutnya yaitu konversi dari bilangan decimal ke bilangan octal
Proses konversi hampir sama dengan proses konversi bilangan decimal ke bilangan biner, hanya saja pada kasus ini angka pembagi di ganti dengan angka 8.
Contoh :
1368/8 = 171, sisa 0 (akhir)
171/8 = 21, sisa 3
21/8 = 2, sisa 5
2/8 = 0, sisa 2 (awal)
Jadi 136810 = 25308.


Penjelasan gambar di atas, untuk konversi bilangan Heksadesimal ke biner yaitu mencari bilangan biner pada setiap angka tersebut.
Contoh : F516 = …2
-         Pertama hitung F. F pada bilangan heksadesimal yaitu angka 15.
-         F = 11112
-         Cari bilangan biner dari angka 5, yaitu 01012.
-         Maka di dapat F516 = 010111112.
Selanjutnya konversi dari bilangan biner ke bilangan heksa decimal.
Contoh : 1110102 =…16 ?
-          Langkah pertama yang harus dilakukan yaitu mengambil 4 digit angka dari belakang, sehingga didapati 11 dan 1010.
-          Konversikan masing-masing angka tersbut ke bilangan biner,
11  = 1 x 20  + 1 x 21  = 1 + 2
                                     = 3
1010 = 0x20 + 1x21 + 0x22 + 1x23 = 0 + 2 + 0 + 8
                                                           = 10 (A)
-         Maka 1110102 = 3A16


Oke cukup sekian pembahasan tentang system bilangan kali ini, semoga bermanfaat dan selamat mencoba J